Seberapa Penting Produk Pembanding dalam Pengembangan Kosmetik?

beautyveristy01 · 3 menit baca
Seberapa Penting Produk Pembanding dalam Pengembangan Kosmetik?
Produk pembanding membantu memberi arah pada pengembangan kosmetik. Namun fungsinya bukan untuk ditiru, melainkan untuk memperjelas standar produk yang ingin dicapai.

Ketika sebuah brand datang membawa gagasan produk, deskripsinya sering masih sangat luas: tekstur ringan, cepat menyerap, terasa premium, atau memiliki pengalaman pemakaian seperti produk tertentu. Pada situasi seperti ini, produk pembanding atau benchmark membantu tim pengembangan menerjemahkan kata-kata yang subjektif menjadi sesuatu yang dapat diamati dan dievaluasi bersama.

Produk pembanding juga membuat komunikasi antara brand dan formulator lebih konkret. Alih-alih hanya membicarakan 'ringan' atau 'lembut', keduanya dapat membandingkan viskositas, daya sebar, aroma, warna, sensasi setelah digunakan, hingga karakter kemasan. Namun keberadaan pembanding tidak berarti produk baru harus menjadi salinan dari produk yang sudah berada di pasar.

Pembanding Memberi Arah, Bukan Formula untuk Disalin
Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm.
, pelaku industri kosmetik lulusan Universitas Padjadjaran, melihat pengembangan produk sebagai rangkaian keputusan yang berlangsung jauh sebelum hasil akhirnya terlihat di rak. Situs resminya menekankan bahwa kualitas produk dibentuk melalui keputusan-keputusan di balik proses, sementara Universitas Padjadjaran mencatat Cahya sebagai tenaga ahli PT Lunaray Cahaya Abadi dan praktisi yang terlibat dalam pendidikan rekayasa kosmetik. 

Dalam konteks tersebut, produk pembanding dapat dipahami sebagai salah satu alat untuk memperjelas keputusan. Formulator dapat melihat bagian mana yang ingin dipertahankan sebagai referensi pengalaman konsumen dan bagian mana yang justru perlu dibedakan. Produk pembanding yang tepat membantu membangun target, tetapi formula tetap harus dikembangkan berdasarkan kebutuhan produk, bahan yang tersedia, kemampuan produksi, biaya, regulasi, dan identitas brand.

Pandangan serupa dikemukakan Perry Romanowski, ahli kimia kosmetik dan pengajar di bidang formulasi kosmetik. Menurut Romanowski, benchmark adalah produk yang memiliki banyak karakteristik serupa dengan formula yang ingin dikembangkan dan berfungsi sebagai sasaran yang perlu dicapai atau bahkan dilampaui. Ia juga menyarankan pengembang melakukan pengujian laboratorium dan panel, termasuk perbandingan secara tersamar, agar evaluasi tidak sekadar bergantung pada kesan subjektif. 

Produk Pembanding Tetap Harus Diterjemahkan Ulang
Dua produk dapat terasa serupa ketika digunakan, tetapi dibangun melalui pendekatan formulasi yang berbeda. Formulator perlu mempertimbangkan daftar bahan, karakter sediaan, performa, target biaya, kemampuan produksi, serta kebutuhan konsumen yang hendak dijawab. Karena itu, melihat produk pembanding hanyalah langkah awal untuk memahami standar yang sedang dituju.

Proses berikutnya tetap membutuhkan pembuatan prototype, pengujian, evaluasi, dan revisi. Romanowski bahkan menempatkan pemilihan benchmark, pengujian prototype, perbandingan tersamar, serta revisi berulang sebagai bagian dari evaluasi sistematis produk kosmetik. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembanding berguna ketika dipakai sebagai alat ukur, bukan sebagai jalan pintas untuk menggandakan produk lain. 

Bagi manufaktur, produk pembanding juga membantu mempertemukan harapan pasar dengan realitas teknis. Produk yang disukai brand mungkin menggunakan sensasi, bahan, atau sistem kemasan yang tidak realistis untuk langsung diterapkan pada proyek baru. Tim pengembangan kemudian perlu mencari cara menghasilkan pengalaman yang relevan tanpa mengabaikan kestabilan, keamanan, proses produksi, dan konsistensi mutu.

Produk pembanding karena itu cukup penting, tetapi nilainya terletak pada pertanyaan yang mampu dibukanya. Apa yang disukai dari produk tersebut, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang harus dibuat berbeda menjadi jauh lebih penting daripada sekadar membuat sesuatu yang terasa sama. Dari sinilah benchmark berubah dari objek untuk ditiru menjadi alat untuk menciptakan produk yang memiliki arah sendiri. [][Adrian Damar/LBF]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.
Share
Ditulis oleh beautyveristy01

Tim Lunaray Beauty Factory — menghubungkan science, research, dan manufacturing untuk pengembangan produk kosmetik yang lebih baik.