Sebuah prototype tidak harus sempurna sebelum diuji. Tetapi arahnya harus cukup matang. Formula perlu menunjukkan bahwa konsep, karakter, dan fungsi dasarnya sudah masuk akal.
Dalam pengembangan kosmetik, satu formula dapat melahirkan beberapa versi prototype sebelum tim merasa menemukan arah yang tepat. Tekstur berubah, aroma disesuaikan, viskositas diperbaiki, bahan diganti, lalu pengalaman penggunaan kembali dibandingkan. Karena itu, mengirim setiap versi ke tahap pengujian justru dapat membuang waktu dan biaya.
Di sisi lain, menunggu formula terasa ‘sempurna’ juga bukan pendekatan yang tepat. Pengujian memang diperlukan untuk mengetahui hal-hal yang tidak selalu terlihat pada hari pertama pembuatan. Pertanyaannya kemudian bukan apakah prototype sudah final, melainkan apakah ia sudah cukup matang untuk menghasilkan informasi pengujian yang berguna.
Baca Juga: Apa yang Terjadi Ketika Target Harga Bertemu dengan Keinginan Formula?
Sebelum Diuji, Arah Produknya Harus Sudah Jelas
Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm., dikutip dari Ray Academy, menempatkan pengembangan produk sebagai proses yang tidak berhenti pada keberhasilan membuat prototype. Formula juga harus dapat diterjemahkan menjadi proses yang terkontrol, konsisten, serta memenuhi parameter mutu yang ditetapkan ketika bergerak menuju manufaktur.
Artinya, prototype yang layak masuk tahap pengujian setidaknya sudah menunjukkan bahwa tujuan dasarnya tercapai. Tekstur dan sensori mendekati brief, bahan dapat bekerja dalam sistem formula, pH berada pada arah yang sesuai, dan tidak terlihat masalah awal seperti pemisahan, perubahan ekstrem, atau ketidakseragaman. Kriteria tersebut belum membuktikan produk akan stabil dalam jangka panjang, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa formula layak diperiksa lebih jauh.
Lunaray juga menjelaskan bahwa revisi prototype seharusnya tidak hanya mengejar preferensi. Evaluasi perlu mempertimbangkan apakah perubahan masih masuk akal secara teknis, regulasi, mutu, dan manufaktur. Dengan demikian, kematangan prototype bukan hanya soal apakah pemilik brand menyukai tekstur atau aromanya.
Pembanding dapat membantu membuat keputusan lebih objektif. Warna, aroma, viskositas, daya sebar, rasa setelah digunakan, dan karakter lain dapat dibandingkan dengan target yang telah disepakati. Semakin jelas parameter tersebut, semakin mudah tim menentukan apakah formula perlu direvisi lagi atau sudah layak masuk tahap pengujian.
Baca Juga: Mengapa Kemasan Sebaiknya Dipikirkan Sejak Awal Pengembangan Produk?
Jangan Menguji Semua Versi Hanya karena Sudah Bisa Dibuat
Perry Romanowski, ahli kimia kosmetik, dikutip dari Chemists Corner, menyarankan agar uji stabilitas tidak dilakukan kepada setiap prototype. Menurutnya, pengujian mulai relevan ketika formula sudah memberikan hasil yang diinginkan, sehingga pengembang dapat mengetahui apakah karakter tersebut mampu bertahan dalam berbagai kondisi penyimpanan.
Romanowski juga menempatkan evaluasi prototype sebelum pengujian lebih lanjut. Formula dapat dibandingkan dengan benchmark, digunakan berulang, diberikan kepada beberapa evaluator, lalu direvisi berdasarkan hasil tersebut. Setelah performa penggunaannya dianggap memadai, barulah pengujian laboratorium terhadap fungsi tertentu dan stabilitas awal menjadi lebih bermakna.
Tahap pengujian sendiri dapat melihat berbagai aspek berbeda. Cosmetics & Toiletries menjelaskan bahwa stabilitas dapat mengevaluasi integritas fisik dan kimia seperti warna, aroma, pH, viskositas, tekstur, aliran, serta kestabilan emulsi, selain aspek mikrobiologi dan hubungan formula dengan kemasan. Pengujian karena itu bukan formalitas setelah formula selesai, melainkan alat untuk menemukan risiko sebelum produk bergerak lebih jauh.
Sebuah prototype akhirnya cukup matang ketika pertanyaan dasarnya sudah bergeser. Tim tidak lagi sibuk bertanya “formula mana yang paling mendekati keinginan?”, melainkan mulai bertanya “apakah formula yang sudah dipilih ini mampu mempertahankan karakter, keamanan, dan performanya ketika diuji?” Di titik itulah prototype berhenti menjadi sekadar percobaan dan mulai menjadi kandidat produk. [][Adrian Damar/LBF]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.