132 Siswa SMK Muhammadiyah 1 Pemalang Mengenal Industri Kosmetik di Lunaray Beauty Factory

Editor Lunaray · 4 menit baca
132 Siswa SMK Muhammadiyah 1 Pemalang Mengenal Industri Kosmetik di Lunaray Beauty Factory

Kunjungan industri SMK adalah kegiatan edukatif tempat siswa sekolah menengah kejuruan mendatangi perusahaan atau instansi secara langsung. Tujuannya untuk mengamati proses produksi, memahami budaya kerja nyata, serta menyelaraskan kompetensi sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.


Itulah yang dialami 132 siswa SMK Muhammadiyah 1 Pemalang saat mengunjungi Lunaray Beauty Factory [LBF] pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kunjungan industri tersebut memberi kesempatan kepada para siswa untuk melihat lebih dekat bagaimana lingkungan kerja di industri kosmetik, perkembangan teknologi yang digunakan, hingga perjalanan sebuah produk dari tahap pengembangan menuju produksi. Para siswa juga diperkenalkan dengan sejumlah aktivitas yang mempertemukan sains, teknologi, dan proses manufaktur dalam industri kecantikan.



SMK Muhammadiyah 1 Pemalang merupakan sekolah menengah kejuruan swasta di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang diperbarui pada Juli 2026, sekolah tersebut memiliki 307 peserta didik yang tersebar dalam sejumlah program keahlian, termasuk Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Pemasaran, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, serta Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Kunjungan ke lingkungan industri memberi konteks berbeda dari pembelajaran di sekolah karena siswa dapat melihat bagaimana teknologi, sistem kerja, dan berbagai disiplin saling bertemu dalam kegiatan perusahaan.


Untuk menjaga kenyamanan selama kegiatan, rombongan dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mengikuti rangkaian kunjungan secara bergantian sehingga jumlah peserta di setiap area tetap terkendali. Pola tersebut sekaligus memungkinkan siswa memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan aktivitas di masing-masing titik kunjungan.

Baca Juga: Kebakaran KMP Batumandi, Manajemen LCA Sampaikan Belasungkawa kepada Rombongan Terdampak

Ketika Teknologi Membantu Siswa Mengenali Kondisi Kulit


Salah satu bagian yang menarik perhatian siswa adalah kesempatan mencoba skin analyzer. Teknologi analisis kulit dalam ekosistem Lunaray dikembangkan melalui kolaborasi yang mempertemukan industri kosmetik, Labcos, dan pengembangan teknologi RAYmAIzing. Sistem berbasis computer vision tersebut dirancang untuk membantu membaca sejumlah parameter visual kulit, seperti pori-pori, pigmentasi, tekstur, kerutan halus, kemerahan, minyak berlebih, hingga indikasi elastisitas.


Hasil analisis kemudian dikirimkan ke nomor ponsel masing-masing peserta agar dapat dilihat kembali setelah pemeriksaan. Dilla, salah satu siswi yang mengikuti kegiatan, mengaku baru pertama kali mencoba teknologi seperti itu. Menurutnya, hasil yang diterima cukup sesuai dengan kondisi kulit yang ia rasakan, termasuk munculnya bruntusan yang ia kaitkan dengan kebiasaan terkadang melewatkan kegiatan membersihkan wajah.


Pengalaman tersebut membuat Dilla memperoleh gambaran lebih konkret mengenai hubungan antara kondisi kulit dan kebiasaan sehari-hari. Analisis berbasis teknologi tentu bukan pengganti pemeriksaan medis ataupun diagnosis profesional, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk mengenali kondisi kulit secara lebih terarah. Labcos sendiri menempatkan teknologi analisis kulit sebagai alat bantu interpretasi, sementara faktor lingkungan, gaya hidup, sensitivitas, dan kebiasaan penggunaan produk tetap perlu diperhitungkan.



Asril juga merasakan pengalaman serupa. Ia mengaku senang dapat mengetahui beberapa kondisi yang perlu diperhatikan dalam merawat wajah, terutama berkaitan dengan kekhawatirannya terhadap jerawat. Dari sini, kegiatan tidak berhenti pada mencoba teknologi, tetapi ikut menjadi bagian dari edukasi literasi perawatan kulit kepada generasi muda.

Baca Juga: Mengapa Pengalaman Sensorik Semakin Penting dalam Pengembangan Kosmetik?

Belajar Industri Bukan Hanya dari Ruang Kelas

Kunjungan ke LBF juga memperlihatkan kepada para siswa bahwa industri kosmetik tidak hanya berhubungan dengan produk yang terlihat di rak. Di belakangnya terdapat proses riset, pengembangan formula, teknologi, pengujian, pengendalian mutu, regulasi, dan manufaktur yang bekerja sebagai satu rangkaian. Lunaray mengembangkan aktivitas riset bersama sejumlah institusi akademik, termasuk kolaborasi dengan Labcos Universitas Padjadjaran untuk riset bahan aktif dan pengembangan kosmetik berbasis sains.



Pendekatan semacam ini memperlihatkan bahwa hubungan industri dan dunia akademik dapat hadir dalam bentuk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Teknologi analisis kulit menjadi salah satu contohnya karena ilmu formulasi, data, dan teknologi digital diterjemahkan menjadi pengalaman yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat. Kolaborasi tersebut juga membuka gambaran kepada siswa bahwa industri masa kini semakin membutuhkan keterhubungan antara berbagai disiplin ilmu.


Selain mengikuti rangkaian edukasi, para siswa dapat mengabadikan kunjungan melalui fasilitas photo booth yang tersedia di LBF. Mereka juga menerima cinderamata sebagai bagian dari kegiatan kunjungan. Momen tersebut menjadi bagian yang lebih santai setelah para siswa mengikuti berbagai aktivitas pengenalan industri sepanjang kunjungan.

Bagi LBF, kunjungan industri seperti ini bukan hanya kesempatan memperlihatkan fasilitas produksi. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan industri kosmetik modern kepada generasi muda serta menunjukkan bagaimana sains, teknologi, dan proses manufaktur bekerja bersama. Bagi para siswa, pengalaman langsung semacam ini dapat memperluas gambaran mengenai dunia kerja sekaligus mengenalkan bahwa memahami kebutuhan kulit merupakan bagian penting sebelum menentukan cara perawatannya. [][Rudi Tenggarawan/Dipo Alaric/KK]


Share
Ditulis oleh Editor Lunaray

Tim Lunaray Beauty Factory — menghubungkan science, research, dan manufacturing untuk pengembangan produk kosmetik yang lebih baik.