Mengenang Warisan Penelitian, Inovasi, dan Pengembangan Kekayaan Alam Nusantara
14 Oktober 2026 | Lunaray Beauty Factory
JAKARTA, 14 Oktober 2026 — Industri kosmetik Indonesia berduka. Dr. (H.C.) Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group dan salah satu pelopor industri kecantikan nasional, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam usia 89 tahun.
Martha Tilaar mengembuskan napas terakhir pada pukul 06.22 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Kabar duka tersebut disampaikan oleh keluarga besar Martha Tilaar Group dan diberitakan oleh Kantor Berita ANTARA serta sejumlah media nasional.
Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi dunia kecantikan Indonesia. Selama lebih dari lima dekade, Martha Tilaar telah memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan merek kosmetik lokal, penguatan industri kecantikan nasional, serta pemanfaatan kekayaan budaya dan alam Nusantara.
Namun, warisan Martha Tilaar tidak berhenti pada perusahaan dan produk yang dikenal lintas generasi.
Di balik perjalanan panjangnya, terdapat perhatian terhadap penelitian, pengembangan bahan baku, pelestarian kekayaan hayati, dan pemberdayaan masyarakat. Sebuah pandangan bahwa industri kosmetik Indonesia dapat tumbuh bukan hanya melalui kekuatan pasar, tetapi juga melalui pengetahuan dan kemampuan bangsanya sendiri.
Martha Tilaar dan Perjalanan Membangun Industri Kecantikan Nusantara
Perjalanan Martha Tilaar merupakan salah satu bagian penting dari sejarah industri kosmetik Indonesia.
Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937, beliau memulai usaha kecantikan pada 1970 melalui sebuah salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta.
Dari usaha kecil tersebut, berkembang kelompok perusahaan yang kemudian dikenal melalui berbagai merek dan kegiatan usaha di bidang kosmetik, perawatan kecantikan, manufaktur, pendidikan, serta penelitian.
Salah satu kontribusi yang paling dikenal adalah kehadiran Sariayu, merek kosmetik yang mengangkat inspirasi kecantikan dan kekayaan budaya Indonesia.
Melalui Sariayu, Martha Tilaar memperlihatkan bahwa identitas lokal dapat menjadi bagian penting dari pengembangan produk kecantikan modern. Kekayaan tradisi Nusantara tidak hanya ditempatkan sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber gagasan yang dapat dikembangkan dalam industri.
Pada masa ketika produk kecantikan internasional memiliki pengaruh besar, pendekatan tersebut membantu memperkuat kehadiran merek kosmetik Indonesia di tengah masyarakatnya sendiri.
Perjalanan usahanya kemudian berkembang ke sektor manufaktur. Berdasarkan sejarah resmi Martha Tilaar Group, PT Martina Berto didirikan pada 1981, diikuti pengembangan fasilitas produksi di kawasan industri Pulogadung, Jakarta.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pertumbuhan kemampuan industri yang mendukung pengembangan dan produksi kosmetik secara lebih luas.
Perjalanan dari salon kecil hingga berkembang menjadi kelompok usaha kecantikan memperlihatkan bahwa membangun industri memerlukan lebih dari sekadar kemampuan menciptakan produk yang diminati konsumen.
Di dalamnya terdapat proses panjang membangun pengetahuan, sumber daya manusia, teknologi produksi, pengendalian mutu, serta kepercayaan masyarakat.
Melalui perjalanan tersebut, Martha Tilaar turut membuka jalan bagi berkembangnya keyakinan bahwa perusahaan kosmetik Indonesia memiliki tempat dan kemampuan untuk tumbuh di negerinya sendiri.
Beyond The Brand: Warisan Martha Tilaar dalam Penelitian Kosmetik
Salah satu bagian penting dari perjalanan Martha Tilaar yang patut terus dikenang adalah perhatiannya terhadap penelitian dan pengembangan.
Melalui Martha Tilaar Innovation Centre (MTIC), kegiatan penelitian menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mempelajari bahan, mengembangkan formulasi, serta mendukung inovasi produk kosmetik.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui situs resmi MTIC, ruang lingkup penelitian dan pengembangannya melibatkan berbagai bidang ilmu, termasuk farmasi, kimia, biologi, bioteknologi, etnobotani, dan teknologi pertanian.
Kegiatan tersebut mencakup penelitian tanaman, pengembangan bahan baku, standardisasi, formulasi, hingga pengujian yang mendukung proses pengembangan produk.
Perhatian ini memiliki arti penting karena pengembangan kosmetik berbahan alam tidak cukup hanya bertumpu pada pengetahuan mengenai penggunaan tanaman secara tradisional.
Suatu tanaman mungkin telah lama digunakan masyarakat untuk perawatan tubuh atau kulit. Namun, untuk dikembangkan menjadi bahan kosmetik modern, karakteristik dan kandungannya perlu dipelajari lebih lanjut.
Proses ekstraksi dapat memengaruhi komposisi bahan yang dihasilkan. Perbedaan sumber tanaman, kondisi budidaya, dan metode pengolahan juga dapat memengaruhi konsistensi mutu.
Ketika bahan tersebut dimasukkan ke dalam formulasi kosmetik, diperlukan evaluasi mengenai stabilitas, kompatibilitas dengan bahan lain, keamanan, serta kesesuaian bukti ilmiah dengan manfaat yang ingin diklaim.
Bahkan ketika suatu ekstrak menunjukkan aktivitas biologis dalam penelitian laboratorium, hasil tersebut belum otomatis membuktikan efektivitasnya pada manusia atau dalam produk kosmetik akhir.
Diperlukan tahapan penelitian dan validasi yang sesuai untuk memahami potensi serta keterbatasannya.
Di sinilah perhatian Martha Tilaar terhadap penelitian memiliki makna yang lebih luas.
Kekayaan alam Indonesia tidak cukup hanya dikenal atau digunakan. Potensinya perlu dipelajari, dikembangkan, dan dikelola dengan pengetahuan agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Kekayaan Hayati Indonesia dan Pengembangan Bahan Baku Kosmetik
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai tanaman yang secara tradisional digunakan dalam perawatan kesehatan dan kecantikan.
Potensi tersebut menjadi salah satu perhatian penting dalam perjalanan Martha Tilaar.
Melalui Kampoeng Djamoe Organik, Martha Tilaar Group mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian tanaman obat, kosmetik, dan aromatik, sekaligus pendidikan lingkungan serta dukungan terhadap pengembangan bahan baku.
Dalam dokumentasi resminya, Martha Tilaar Group mencatat pengembangan Kampoeng Djamoe Organik di kawasan Parungkuda, Sukabumi, sebagai bagian dari kegiatan pelestarian, pembibitan, dan pengembangan tanaman.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap bahan baku kosmetik dapat dimulai jauh sebelum suatu bahan memasuki laboratorium atau fasilitas produksi.
Tanaman perlu dibudidayakan dengan baik. Proses panen dan penanganan pascapanen perlu diperhatikan. Karakteristik bahan yang dihasilkan harus dipahami agar dapat digunakan secara konsisten.
Hubungan antara pertanian, penelitian, dan manufaktur menjadi penting ketika bahan alam ingin dikembangkan sebagai bagian dari rantai pasok industri kosmetik.
Salah satu contoh pengembangan tersebut adalah ekstrak bahan aktif alami Plantasens Berto.
Dalam publikasi resminya pada Mei 2024, Martha Tilaar Group menjelaskan pengembangan dan produksi ekstrak berbasis sumber daya alam Indonesia melalui MTIC, termasuk kerja sama dengan perusahaan bahan baku internasional dalam kegiatan pemasaran.
Contoh ini memperlihatkan bahwa pengembangan kekayaan hayati dapat bergerak lebih jauh dari penggunaan tanaman sebagai inspirasi produk menuju pengembangan bahan yang memiliki nilai dalam rantai pasok kosmetik.
Kemampuan mengembangkan bahan baku sendiri memiliki arti penting bagi industri.
Selain membuka peluang peningkatan nilai tambah sumber daya alam, kegiatan tersebut juga membutuhkan dan mendorong tumbuhnya kemampuan penelitian, pengolahan, standardisasi, serta pengendalian mutu.
Dengan demikian, pengembangan bahan alam bukan semata-mata tentang mencari tanaman yang berpotensi menjadi bahan kosmetik baru.
Yang lebih penting adalah membangun kemampuan untuk memahami potensi tersebut secara ilmiah dan mengembangkannya secara bertanggung jawab.
Kekayaan alam menyediakan kemungkinan. Ilmu pengetahuan dan kemampuan industri membantu mengubah kemungkinan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Menghubungkan Penelitian, Petani, dan Industri
Perhatian terhadap pengembangan bahan baku juga tercermin dalam hubungan Martha Tilaar Group dengan masyarakat yang terlibat dalam penyediaan tanaman.
Pada Februari 2026, Martha Tilaar Group mendokumentasikan kegiatan Kampoeng Djamoe Organik bersama mitra petani kemangi di Bogor.
Kegiatan tersebut mencakup pendampingan budidaya, panen, penanganan pascapanen, serta pengembangan pasokan tanaman untuk kebutuhan bahan baku kosmetik.
Contoh ini memberikan gambaran bahwa pengembangan industri kosmetik berbasis bahan alam tidak dapat dipisahkan dari kualitas dan keberlanjutan sumber bahan bakunya.
Penelitian membutuhkan bahan yang dapat dikenali karakteristiknya dan memiliki mutu yang konsisten. Industri membutuhkan pasokan yang dapat memenuhi spesifikasi tertentu. Sementara petani membutuhkan pengetahuan, pendampingan, dan akses terhadap kebutuhan pasar.
Ketika berbagai kebutuhan tersebut saling terhubung, pengembangan bahan baku memiliki peluang untuk memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan produksi.
Kegiatan seperti ini juga memperlihatkan pentingnya membangun hubungan antara pengetahuan ilmiah, keterampilan masyarakat, dan kebutuhan industri.
Sebuah produk kosmetik mungkin menjadi bagian yang paling terlihat oleh konsumen. Namun, di belakangnya terdapat banyak pihak dan proses yang berkontribusi terhadap pengembangannya.
Dari petani yang membudidayakan tanaman, peneliti yang mempelajari karakteristik bahan, formulator yang mengembangkan produk, hingga tenaga produksi yang menjaga konsistensi mutu.
Perhatian terhadap keseluruhan proses tersebut merupakan salah satu pelajaran berharga dari perjalanan industri yang dibangun Martha Tilaar.
Warisan yang Tetap Relevan bagi Masa Depan Industri Kosmetik Indonesia
Kepergian Martha Tilaar mengajak industri kosmetik Indonesia untuk kembali melihat perjalanan yang telah ditempuh dan kemampuan yang masih perlu dibangun.
Industri kosmetik tidak hanya berkembang melalui pertumbuhan merek, peningkatan penjualan, atau bertambahnya jumlah produk yang beredar.
Kemajuan juga perlu dilihat dari kemampuan menghasilkan pengetahuan, mengembangkan bahan baku, menguasai teknologi, serta membangun sumber daya manusia yang mampu mendukung inovasi secara berkelanjutan.
Penelitian bahan alam, misalnya, membutuhkan kerja sama antara berbagai disiplin ilmu.
Peneliti mempelajari karakteristik dan potensi bahan. Ahli formulasi mengevaluasi bagaimana bahan tersebut dapat digunakan dalam suatu sistem produk. Laboratorium pengujian membantu menghasilkan bukti yang diperlukan. Sementara manufaktur memiliki peran dalam menerjemahkan hasil pengembangan menjadi proses produksi yang konsisten.
Perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemasok bahan, petani, dan industri memiliki kontribusi yang saling melengkapi.
Perjalanan Martha Tilaar memperlihatkan pentingnya memperhatikan hubungan antarpihak tersebut dalam membangun kemampuan industri kosmetik nasional.
Bagi generasi berikutnya, warisan tersebut menjadi pengingat bahwa potensi kekayaan hayati Indonesia memerlukan lebih dari sekadar kebanggaan.
Potensi itu membutuhkan penelitian yang tekun, teknologi yang terus berkembang, sumber daya manusia yang kompeten, serta kemauan untuk bekerja sama.
Kemandirian industri juga tidak berarti menutup diri dari pengetahuan dan kerja sama internasional. Sebaliknya, kemampuan dalam negeri yang semakin kuat dapat memberikan landasan bagi Indonesia untuk berpartisipasi dengan lebih baik dalam perkembangan industri kosmetik dunia.
Masa depan industri kosmetik Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak produk yang mampu dipasarkan, tetapi juga oleh seberapa jauh pengetahuan dan kemampuan industrinya terus berkembang.
Meneladani Visi Martha Tilaar untuk Masa Depan Industri Kosmetik Indonesia
Perjalanan Ibu Martha Tilaar meninggalkan pelajaran berharga bagi generasi industri kosmetik Indonesia. Beliau tidak hanya membangun perusahaan dan menghadirkan merek kecantikan yang dikenal lintas generasi, tetapi juga memperlihatkan pentingnya menghargai kekayaan alam, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan membangun kemampuan industri dari potensi bangsa sendiri.
Melalui karya dan pengabdiannya, Ibu Martha telah membuka jalan bagi tumbuhnya keyakinan bahwa Indonesia memiliki sumber daya dan kemampuan untuk mengembangkan industri kosmetiknya sendiri.
Semangat inilah yang juga menjadi inspirasi bagi Lunaray Beauty Factory.
Sebagai bagian dari generasi industri kosmetik berikutnya, Lunaray berupaya meneladani visi tersebut melalui perhatian terhadap pengembangan kosmetik berbasis sains, penelitian bahan baku, serta kolaborasi antara akademisi dan industri.
Kami memahami bahwa membangun kemandirian industri kosmetik nasional bukanlah pekerjaan satu perusahaan atau satu generasi. Perjalanan ini membutuhkan penelitian yang berkelanjutan, penguasaan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kerja sama banyak pihak.
Apa yang telah dirintis Ibu Martha menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan dan memperkuat fondasi yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.
Bagi Lunaray, meneladani semangat Ibu Martha berarti ikut mengambil bagian dalam mewujudkan industri kosmetik Indonesia yang semakin mandiri—bukan hanya sebagai pasar bagi produk kecantikan dunia, tetapi juga sebagai bangsa yang mampu mengembangkan bahan baku, menghasilkan inovasi, dan membangun kekuatan industrinya sendiri.
Selamat Jalan, Ibu Martha Tilaar
Lunaray Beauty Factory menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibu Martha Tilaar.
Kami turut berduka bersama keluarga besar beliau, seluruh jajaran Martha Tilaar Group, para karyawan, mitra, serta masyarakat industri kosmetik Indonesia.
Terima kasih telah membuka jalan bagi perkembangan industri kecantikan nasional. Terima kasih telah mengangkat kekayaan Nusantara dan memperlihatkan bahwa penelitian, ilmu pengetahuan, serta keyakinan terhadap kemampuan bangsa sendiri dapat menjadi fondasi dalam membangun industri.
Selamat jalan, Ibu Martha Tilaar.
Semoga segala kebaikan, karya, dan pengabdian yang telah Ibu tinggalkan menjadi manfaat yang terus mengalir bagi generasi berikutnya.
Lunaray akan terus berusaha meneladani semangat yang telah Ibu tunjukkan: membangun kepercayaan terhadap potensi Indonesia, memperkuat kemampuan penelitian dan pengembangan, serta ikut mewujudkan cita-cita agar industri kosmetik nasional semakin mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Kami menyadari bahwa langkah kami hanyalah bagian kecil dari perjalanan panjang yang telah dirintis oleh para pelopor seperti Ibu Martha. Namun, melalui peran yang dapat kami jalankan, kami berharap dapat ikut menjaga dan meneruskan semangat tersebut.
Semoga apa yang telah Ibu rintis terus tumbuh, bukan hanya melalui karya yang dikenang, tetapi juga melalui generasi yang terinspirasi untuk melanjutkannya.
Lunaray Beauty Factory