Kebakaran kapal penyeberangan KMP Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Banten, menimbulkan dampak bagi rombongan penumpang yang tengah melakukan perjalanan. Di antara mereka terdapat peserta kunjungan yang memiliki agenda kunjungan industri ke beberapa tempat di Bandung.
Berdasarkan pemberitaan detikNews dan CNN Indonesia pada 21 Oktober 2026, insiden kebakaran KMP Batumandi terjadi di sekitar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten pada selasa [20/10] sekitar jam 16.34 wib. Proses evakuasi dilakukan oleh petugas bersama sejumlah pihak terkait, dugaan sementara penyebab kebakaran diduga berasal dari kamar mesin kapal dan kini masih dalam penyelidikan.
Salah satu guru pemimpin rombongan, Adi Susanto yang jadi Guru Pembimbing SMK Negeri 3 Metro, Lampung yang berkunjung ke pabrik kosmetik Lunaray Beauty Factory [LBF - PT Lunaray Cahaya Abadi] menceritakan bahwa dirinya berangkat menggunakan bus pada pagi hari dan selamat dari insiden tersebut. Menurut keterangannya, bus yang ditumpanginya termasuk ke sembilan bus yang berangkat duluan dan tidak mengalami kendala di perjalanan.
“Satu bus yang ditumpangi kepala sekolah kami, yakni bus nomor dua, termasuk yang menjadi korban kebakaran KMP Batumandi. Beruntung tak ada korban jiwa dan seluruh penumpang kapal feri itu, termasuk rombongan kami selamat”, ungkapnya.
Beliau juga memaparkan bahwa barang-barang bawaan para peserta yang berada di kapal ludes terbakar. Akibatnya, “Rombongan di bus itu mesti mampir dulu ke Pasar Baru Bandung untuk membeli pakaian dan keperluan lain agar dapat melanjutkan agenda kunjungan ke tempat yang telah direncanakan.” Para peserta kini harus menyesuaikan kembali kebutuhan dan rencana perjalanan pasca musibah tersebut.
Baca Juga: Martha Tilaar Berpulang: Duka bagi Industri Kosmetik Indonesia
Ungkapan Belasungkawa dari Manajemen Pabrik LBF

Menanggapi kejadian itu, manajemen pabrik menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam kepada seluruh pihak yang terdampak. “Manajemen dan seluruh keluarga besar PT LCA menyampaikan duka cita serta keprihatinan yang mendalam atas musibah kebakaran KMP Batumandi. Kami turut bersimpati kepada para korban dan seluruh peserta rombongan yang terdampak, termasuk mereka yang kehilangan barang-barang pribadi dalam kejadian ini. Semoga seluruh pihak yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi situasi ini,” demikian pernyataan Komisaris PT LCA, Wendra Wilendra, M.MT.
Manajemen LCA berharap seluruh korban mendapatkan penanganan dan dukungan yang diperlukan. Perusahaan mengapresiasi upaya petugas dan semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi serta penanganan pascakejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan perjalanan merupakan hal utama, terutama bagi rombongan yang melakukan perjalanan bersama dengan agenda kunjungan ke sejumlah lokasi. Bagi para peserta yang terdampak, dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu mereka melewati masa sulit dan melanjutkan aktivitas secara bertahap.
Baca Juga: Mengapa Pertumbuhan Penjualan Sebuah Produk Bisa Menjadi Tantangan bagi Manufaktur?
Siswa Pelajari Proses Industri Kosmetik

Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dunia industri kepada generasi muda, para siswa diajak mengunjungi fasilitas produksi PT LCA untuk melihat secara langsung proses kerja di industri kosmetik.
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh di sekolah diterapkan dalam lingkungan profesional, sekaligus mengenal lebih dekat proses pengembangan dan manufaktur produk kosmetik.
Pengalaman belajar di lapangan tersebut melengkapi pembelajaran di kelas dengan menghadirkan gambaran nyata mengenai dunia kerja. Melalui kunjungan ini, PT LCA juga berharap dapat membuka wawasan siswa terhadap berbagai peluang pendidikan dan karier di industri kosmetik yang terus berkembang. [][Rommy Rimbarawa/Dipo Alaric/LBF]